Tampilkan postingan dengan label mengharukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mengharukan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juni 2013

Mental Kerupuk

Mental Kerupuk
Oleh: Syarifah Nihlah Yahya

Setelah makan malam, Syafa duduk bersama keluarganya di ruang keluarga. Hari ini begitu spesial. Sebab, tante Wati datang dari Balikpapan untuk berlibur. Kebersamaan itu diwarnai dengan perbincangan mengenai Syafa yang tengah menanti pengumuman kelulusan SD agar dapat melanjutkan ke jenjang SMP.

“Syafa mau nggak ngelanjutin sekolah di Balikpapan? Temanin tante aja di Balikapan. Nenek kan mau berobat, jadi tante bakalan sendirian disana. Mau nggak? Jadi bisa belajar buat mandiri juga! Gimana?” ajak tante Wati.

Syafa terdiam. Ia memang sedikit tertarik mendengar tawaran tante Wati. Sudah lama ia ingin melatih dirinya untuk tidak selalu bergantung pada kedua orangtuanya. Namun, ia menyayangi teman-teman dan semua sahabatnya. Ia merasa berat meninggalkan semuanya. Ia takut tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya.

“Gimana? Mau nggak?” ujar tante Wati menunggu jawaban Syafa.
“Syafa pikirin dulu ya, tan. Soalnya Syafa udah punya banyak teman disini. Sayang aja kalo harus pergi ninggalin.” jawab Syafa ragu akan pilihannya.
“Tante tau. Kamu bebas milih kok! Tante tunggu jawaban kamu, ya!” jawab tante Wati.
“Iya, tante. Tapi kalo menurut ayah sama ibu gimana? Apa memang sebaiknya Syafa ikut tante Wati? Syafa kurang mandiri ya?” tanya Syafa pada kedua orangtuanya.