Kamis, 30 Mei 2013

Rei dan Syafa

Rei dan Syafa
Oleh: Syarifah Nihlah Yahya

“Reeii....Reeii....Reeii....” Aan, Adnan, dan Afdal memanggilku dan menyuruhku untuk segera bergegas.

“Bentar ya, Dek. Tante panggilin Reinya. Reiii....Teman kamu udah datang tuh. Cepet pergi sana. Telat loh nanti” kata ibuku menjawab sahutan teman-temanku.

Aku memang sering berangkat sekolah bersama teman-temanku. Biasanya kami jalan kaki menuju sekolah. Namun jika waktu tak memungkinkan untuk jalan kaki, kami biasanya memanfaatkan fasilitas angkot.

“Iya, Bu. Ini udah mau selesai kok” kataku sambil menyisir rambut cepakku.
“Anak ibu ini…. Sudah ganteng, cepet pergi sana. Kasian teman-teman kamu nungguin” kata ibu gemas dan mendorongku untuk segera beranjak dari cermin.
“Pasti dong, Bu. Kan ibunya juga cantik” gombalku, aku pasrah ditarik oleh ibu untuk keluar dari kamar.
“Bissa aja yah” kata ibuku tersipu malu.