Rei dan Syafa
Oleh: Syarifah Nihlah Yahya
“Reeii....Reeii....Reeii....” Aan, Adnan, dan
Afdal memanggilku dan menyuruhku untuk segera bergegas.
“Bentar ya, Dek. Tante panggilin Reinya. Reiii....Teman kamu udah datang
tuh. Cepet pergi sana. Telat loh nanti” kata ibuku menjawab sahutan
teman-temanku.
Aku memang sering berangkat sekolah bersama teman-temanku. Biasanya
kami jalan kaki menuju sekolah. Namun jika waktu tak memungkinkan untuk jalan
kaki, kami biasanya memanfaatkan fasilitas angkot.
“Iya, Bu. Ini udah mau selesai kok” kataku sambil
menyisir rambut cepakku.
“Anak ibu ini…. Sudah ganteng, cepet pergi sana.
Kasian teman-teman kamu nungguin” kata ibu gemas dan mendorongku untuk segera
beranjak dari cermin.
“Pasti dong, Bu. Kan ibunya juga cantik” gombalku,
aku pasrah ditarik oleh ibu untuk keluar dari kamar.
“Bissa aja yah” kata ibuku tersipu malu.