Terjebak Safety Belt
Oleh: Syarifah Nihlah Yahya
Pukul 06.00 jam weker di meja Refa bernyanyi riang. Gerimis menyambut datangnya pagi hari ini. Refa membuka matanya perlahan. Udara dingin semakin membuatnya betah berlama-lama di kasurnya. Untuk sejenak Refa tersentak. Ia baru ingat bahwa hari ini ia akan pergi ke Makassar untuk melepas rindu kepada kedua orangtuanya. Hal ini karena Refa tinggal berjauhan dengan mereka.
Semua bermula ketika Refa lulus dari Sekolah Dasar ingin merasakan kehidupan yang lebih mandiri. Tak terasa, dua tahun sudah Refa tinggal bersama tantenya di Balikpapan. Ia tidak dapat merasakan hangatnya pelukan kedua orangtuanya yang jauh di Makassar. Ketika mengetahui tantenya memberi hadiah tiket untuk pulang, ia girang bukan kepalang.